Sabtu, 30 April 2016

Kuntum Nurseries, Bogor

Jangan pernah takut untuk kehabisan ide ngajak anak (bayi) kecil jalan-jalan di Bogor. Kali ini kita agak naik sedikit ke Bogor bagian timur. Di antara jejeran penjual tas di kawasan Tajur, terselip lahan pertanian yang terbuka untuk umum, Kuntum Nurseries Farm Field. Lokasinya gampang diraih dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Sabtu, 19 Maret 2016

Kampung Lumbung, an Eco Hotel at Batu


Kangen liburan dan kami memutuskan untuk menghabiskan 4D3N di Kota Batu dan Malang. Berpergian dengan Aks sekarang tidak terlalu merepotkan. Dia sudah bisa diajak kerjasama.

Sabtu, 23 Mei 2015

Suku Bajo Desa Wawatu

Waktu perjalanan menuju Pulau Kartika di Konawe Selatan, kami nyebrang melalui dermaga yang berada di desa Wawatu, Moramo Utara. Dermaga itu sangat sederhana, jembatannya pun mulai bolong-bolong. Dermaga itu menjadi pangkalan bagi kapal nelayan suku Bajo di sana. Harus ekstra hati-hati untuk melewati jembatan tersebut.


Perempuan dan anak-anak suku Bajo di sana memiliki pekerjaan sebagai pemecah batu. Untuk satu trolley batu yang sudah dipecah dibandrol 5000 rupiah. Tidak pantas, tentu saja. Sedangkan masih banyak yang kerjanya santai banget, tapi gajinya diatas 5jt rupiah setiap bulannya.

Rabu, 20 Mei 2015

Bertemu Ombak Pertamanya di Konawe Selatan

Setelah liburan (jauh) ke Bali hampir dua tahun lalu, akhirnya kami kembali melakukan perjalanan (jauh) lagi. Kali ini dengan tamban personil, Aksara. Kami pergi ke Kendari, Sulawesi Tenggara. Waktu yang ditempuh 2 jam 50 menit. Ini pertama kali aku terbang membawa bayi yang masih berumur 10 bulan. Datang ke bandara lebih cepat untuk menghindari "grabak-grubuk" yang tidak diinginkan. Perjalanan udara selama itu tidak membuat Aksara rewel, dia cukup anteng tidur, makan, dan bercanda. Anak pintar.

Sampai di Kendari, langsung dijemput oleh beberapa teman yang memang sudah siap menemani kami selama di sana. Hal pertama yang dilakukan adalah makan! Dibawalah kami ke tempat makan pinggir kali. Jangan kau ragukan makanan di Kendari, semua penuh rasa, enak, dan murah.
Sinonggi, ikan laut segar goreng, sayur bayam+jagung pipil+terong hijau, dan nasi merah. Semua dilahap habis. Akasara ikut makan ikan laut dan dia doyan. Jadilah selama di Kendari kami puas-puasin makan ikan laut yang segar dan harganya tidak terlalu mahal. Untuk perbandingan, sepotong ikan tenggiri dengan ukuran cukup besar dibeli dengan harga 5000 rupiah di Kendari, sedangkan di Jakarta kamu harus merogoh kocek hingga 30.000 rupiah, itu pun sudah tidak segar.

Selasa, 18 November 2014

Jalan Jakarta, 2014



Sudah beberapa bulan belakangan ini jalanan protokol di Jakarta punya pemandangan baru. Alat-alat besar dan seng penghalang pembangunan MRT. Otomatis menambah kemacetan yang sesungguhnya sudah parah.

Desember ini pemerintah kota Jakarta mulai mensosialisasikan pelarangan kendaraan roda dua melintas di Bunderan HI-Thamrin, alasannya karena jumlah kecelakaan terbanyak dari kendaraan roda 2, yaitu motor.

Iya, kecelakan terbanyak terjadi pada kendaraan roda dua, karena jumlah kendaraan roda dua lebih banyak dibanding kendaraam roda empat, lima, apalagi enam.

Iya, kecelalaan terbanyak terjadi pada kendaraan roda dua, karena jalanan di Jakarta  masih jauh dari kata sempurna alias banyak lobang dimana-mana, tambalan sana-sini, dan sisa-sisa galian kabel optik.

Jadi kalau kendaraan roda dua lewat Palmerah untuk sampai di Cikini, itu bisa mengurangi kecelakaan pada kendaraan roda dua. Oke. Sip.

Jumat, 21 Februari 2014